Bandar Aceh Kota Sejarah Kota Raja-Raja | Aceh Tourism

Bandar Aceh Kota Sejarah Kota Raja-Raja

bandar kota raja

Bandar Kota Raja

Banda Aceh, asal kata Bandar Aceh, merupakan sebuah kota yang sangat banyak menyimpan sejarahnya. Kota yang da­hulu kala disebut dengan Bandar Aceh ini, merupakan sebuah kota, dimana para peniaga dari seluruh nusantara bahkan mancanegara, singgah di Aceh dengan berlabuh di beberapa pelabu­han yang ada di sepanjang pantai Bandar Aceh.

Ketika Aceh pada masa puncak kejayaannya, sekitar abad ke-16 Masehi, Bandar Aceh menjadi kota penting untuk para pedagang yang berlayar melewati Selat Malaka dan Samudera Hindia. Karena letaknya yang sangat strategis, pelabuhan-pelabuhan di sepanjang pantai Bandar Aceh terutama Ulee Lheue, menjadi singgahan para pedagang yang datang dari berbagai belahan dunia.

Kuta Raja, sebagai sebuah pusat kerajaan besar di Aceh.a Kota ini juga mendapat julukan, Kuta Raja yang bermakna, kota nya para raja-raja yang pernah berkuasa di Aceh. Hal ini dapat dilihat, dari peninggalan situs-situs se­jarah yang tersebar di berbagai sudut Kota Banda Aceh.

Diantara bukti peninggalan terse­but, diantara nya, terdapat makam raja-raja Aceh yang pernah berkuasa pada masanya, yaitu, situs Kandang XII, yang terdapat di kawasan Peuniti, atau masyarakat Banda Aceh sering menyebutnya dengan nama daerah kraton.

Selanjutnya makam-makam yang terdapat di komplek Museum Aceh. Museum Aceh ini letaknya di samping Pendapa Gubernur Aceh. Dimana komplek makam tersebut, merupakan makam raja-raja Aceh dari keturunan Bugis yang pernah berkuasa di Aceh. Tak jauh dari komplek Museum juga terdapat makam Sultan Iskandar Muda. nSal