Destinasi Wajib Wisata Aceh Tengah | Aceh Tourism

Destinasi Wajib Wisata Aceh Tengah

tempat wisata aceh tengah

Kabupaten Aceh Tengah, adalah salah satu negeri di ketinggian dataran Aceh. Alamnya sarat dengan pesona. Tak heran, daerah bersuhu dingin dengan elevasi dataran antara 100 sampai 2600 mdpl ini menjadi satu destinasi wisata yang cocok dikunjungi para wisatawan dari mana pun. Di antara berbagai tempat yang menjanjikan panorama alam nan indah, Aceh Tourism menyajikan 10 tempat yang wajib dikunjungi wisatawan. Berikut petikan ulasan singkatnya.

1. Danau Lut Tawar

Terletak di sebelah timur Kota Takengon, danau terbesar di Provinsi Aceh ini adalah ikon pariwisata Kabupaten Aceh Tengah. Kontur alam di sekitarnya menjanjikan danau ini penuh dengan panorama eksotis nan khas. Panorama yang berbeda dengan berbagai destinasi wisata lainnya di Indonesia. Danau seluas 5.472 Ha memiliki populasi endemik bernama ikan Depik. Ikan kecil yang dalam istilah latin disebutrosbora tawarensisadalah salah satu daya tarik. Di Desa Kala Toweren, sekitar 7 kilometer dari pusat kota Takengon, di pagi hari seiring kabut turun masih bersisa di melingkupi danau ini wisatawan bisa menyaksikan nelayan mengumpulkan ikan ini dari jaring tangkapannya sambil mendengar legenda Depik yang unik. Atas anugerah keberadaan danau, pemerintah setempat menggelar Festival Danau Lut Tawar yang menyajikan pelbagai event budaya masyarakat dataran tinggi Gayo yang berbeda dengan budaya masyarakat Aceh secara umum.

danau laut tawar

Danau laut Tawar

2. Air Terjun Mengaya

Bayangkan bagaimana sejuk dan segarnya menikmati panorama air terjun yang airnya

mengalir dari ketinggian 180 meter di sela-sela lebatnya pepohonan. Inilahsalah satu objek wisata unggulan di Aceh Tengah, bernama Air Terjun Mengaya.

Terletak persis di kaki gunung Burni Klieten, tempat ini telah dipugar sedemikian rupa dengan pelbagai fasilitas seperti mushalla, area parkir yang luas, kantin, toilet, dan sangat cocok bagi wisata keluarga. Berlokasi di Desa Mengaya  sekitar 24 kilometer dari Kota Takengon tempat ini telah menjadi salah satu tujuan wisata  yang menarik bagi wisatawan lokal maupun manca negara.

3. Pantan Terong

Paduan wisata eko dan wisata agro adalah alasan kenapa mengunjungi Pantan Terong menjadi wajib jika berwisata ke Kabupaten Aceh Tengah. Dari ketinggian sekitar 1.825 mdpl, di puncak Al-Kahfi─nama lain objek wisata Pantan Terong, panorama Danau Laut Tawar menghampar dipadu permainya perkampungan dan kebun kopi masyarakat setempat. Objek yang berjarak 5 kilometer dari Kota Takengon ini, dapat dicapai dengan mudah menggunakan kendaraan roda empat atau sepeda motor dalam waktu tempuh sekitar 15 menit.Di Puncak Pantan Terong pasenggrahan berupa pelataran berbentuk serupa geladak kapal dibangun khusus untuk menikmati eksotisnya alam Aceh Tengah dari ketinggian.

4. Pasar Pagi di Jl. Putri Ijo Takengon

Pasar Pagi di pusat Kota Takengon Aceh Tengah, tepatnya di jalan Putri Ijo adalah keunikan lain dari beragamnya kekayaan alam dan kultur masyarakat dataran tinggi ini. Di sini, dinginnya udara tak menjadi penghalang bagi geliat ekonomi masyarakat yang telah berputar sejak sebelum subuh. Aneka hasil bumi terjaja di badan jalan. Transaksi berjalan. Dan pendatang bisa dengan mudah mendapatkan aneka sayur mayur dan buah-buahan khas di Takengon dengan harga murah. Terletak tak jauh dari Simpang Lima dan Pendopo Kantor Bupati, pasar pagi di jalan Putri Ijo adalah gambaran meriahnya Kota Takengon setiap hari. Setiap pagi.

5. Sisi Lain Lut Tawar Dari Atu Tingok

Atu Tingok di Kampung Dedalu Kecamatan Lut Tawar adalah tempat paling strategis menyaksikan lekuk Danau Lut Tawar dari ketinggian. Dari sini hamparan luas kota Takengon nampak secara jelas dibanding dari ketinggian Pantan Terong. Menuju Atu Tingok wisatawan bisa mencapainya dengan mudah dan hanya berjarak 2 kilometer dari pusat kota Takengon. Dengan akses jalan yang lebih dari dua pertiganya bisa diakses dengan segala jenis kenderaan baik kenderaan roda empat, maupun kendaraan roda dua pengunjung bisa akan mencapai tanjakan yang di bawahnya terhampar panorama menakjubkan. Berada di sini tak ubahnya seperti berada di sebuah panggung alam yang dihela sepoi angin menerpa daun-daun pinus. Gesekan dedaunan ditingkahi siulan aneka jenis burung tak ubahnya musik alam yang sangat selaras dengan teduhnya air danau nan tenang di bawah sana.

6. Loyang Koro

Loyang dalam bahasa Indonesia berarti gua. Loyang Koro berarti Gua Koro. Sebuah gua yang berada di tepi danau lut tawar ini mempunyai stalagtit unik yang menjadi sarang kelelawar, dan menyuguhkan pesona alam yang layak dikunjungi. Sekitar 15 meter dari bibir pantai dengan jarak yang dapat ditempuh kedalam gua sekitar20 meter gua initerletak di desa Kala Toweren, Kecamatan Laut Tawar. Dari pusat kota Takengon Loyang Koro berjarak sekitar 6 km yang memiliki akses masuk di kakiGunung Birahpanyang. Tak hanya gua ini, di sekeliling danau juga terdapat sejumlah gua di antaranya Loyang Peteri Ijo, Loyang Perupi atau Gua Ular.

7. Sunshinedi Kampung Toweren dan Pacuan Kuda di Bintang

Sunshine Kampung Toweren

Sunshine Kampung Toweren

Menyaksikan aktivitas nelayan menangkap ikan endemik Danau Lut Tawar, ikan Depik (Rasbora Tawarensis) adalah kegiatan yang tak bisa dilewatkan jika berwisata di Takengon Aceh Tengah. Di Kala Toweren yang terletak di Kampung Toweren Kecamatan Lut Tawar, sekitar 7 kilometer dari pusat kota Takengon, kegiatan nelayan ini dimulai sejak sore hingga pagi keesokan harinya yang dimulai dengan memasang jaring ke tengah danau Lut Tawar yang diambil dinihari hingga subuh esok harinya. Maka saat yang tepat berada di sini yaitu di waktu menjelang subuh di mana aktivitas nelayan menjadi siluet menawan saat matahari naik perlahan dari balik perbukitan.

Sementara di Kampung Bintang, wisatawan bisa menyaksikan joki cilik berlatih dan memandikan kuda pacuan di pinggir danau setiap minggunya. Pemandangan ini hanya dapat dinikmati di Bintang. Selain itu wisatawan juga dapat mencoba menunggangi kuda dipandu langsung para joki cilik. Di sini wisatawan dapat mengabadikan foto di tugu pacuan kuda yang menjadi salah satu ikon wisata Aceh Tengah.

8. Curuk Situs Pra Sejarah Mendale

Lokasi ini merupakan tempat ditemukannya sejumlah bukti kehidupan pra sejarah di Dataran Tinggi Gayo, khususnya lembah kota Takengon. Hingga penelitian yang ketiga kalinya dilakukan oleh arkeolog dari Balai Arkeologi Medan Sumatera Utara telah ditemukan sejumlah bukti ilmiah kehidupan zaman pra sejarah di lokasi ini. Diantaranya berupa alat batu (batu petir), gerabah, cangkang molusca, sisa pembakaran dan kerangka manusia yang kesemuanya diperkirakan berumur sekiar 3500 tahun. Curuk situs ini berada didi LoyangMendale,Ujung Karang Takengon.

9. Gua Peteri Pukes

Berada di Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, gua ini mempunyai daya tarik dengan adanya batu berbentuk seorang perempuan di dalamnya. Bagi masyarakat setempat batu tersebut dipercaya seorang pengantin yang dikutuk bernama Putri Pukes menurut kisah karena melanggar sumpah dan janji sesuai adat Gayo. Di dinding gua ini stalagmit dan stalagtit yang terbentuk dari proses sedimentasi air yang meresap dari bebukitan karang membentuk ornamen-ornamen unik yang menakjubkan. Selain menikmati di dalam Loyang Sekam, pengunjung dapat menikmati pemandangan alam sekitar gua yang indah berlatar belakang Danau Laut Tawar serta perbukitan di sekililingnya yang permai. Gua yang terletak di sebelah utara danau ini berjarak kira-kira 3 km dari pusat Kota Takengon dapat ditempuh 10 menit dengan mengunakan kendaraan. Tempat ini menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan di mana di sini terdapat fasilitas seperti kios-kios souvenir khas kerajinan tangan masyarakat Takengon.

10. Menikmati Kopi Langsung di Kebun Kopi

Biji Kopi Gayo

Biji Kopi Gayo

Di Negeri Seribu Gunung ini, sekitar 95% masyarakat menggantungkan mata pencahariannya disektor pertanian.Tanaman kopi jenis Arabica adalah satu tanaman di sektor pertanian yang telah mengantarkan daerah ini dikenal ke seluruh dunia. Hampir di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Tengah wisatawan dapat menyaksikan hamparan kebun kopi yang di kelola oleh  petani setempat. Dengan luas areal perkebunan kopi yang mencapai sekitar 70.000 hektar, Kabupaten Aceh Tengah sangat identik dengan kopi. Untuk melihat langsung bagaimana proses minuman kopi berasal sampai ke akar-akarnya Kecamatan Kute Panang, Jagong Jeget  dan Kecamatan Atu Lintang menjadi tempat pilihan. Di tiga kecamatan ini, wisatawan dapat menikmati hamparan perkebunan kopi rakyat lengkap dengan aktifitas  petani kopi dalam mengelola lahannya  dengan cara tradisional. Di tempat-tempat tertentu, wisatawan bisa menyeruput kopi langsung di bawah pohon kopi.[]

tempat wisata aceh tengah