Festival Danau Lut Tawar Siap Hebohkan “The Light Of Aceh” | Aceh Tourism

Festival Danau Lut Tawar Siap Hebohkan “The Light Of Aceh”

ukuran post photoukuran post photo

Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh telah meluncurkan Calender of Event (CoE) “The Light of Aceh” yang berisi event-event spektakuler sepanjang 2017 di Aceh. Event yang terdekat adalah Festival Danau Lut (Laut) Tawar digelar 13-16 April 2017, berisi beragam acara bertaraf internasional yang bisa menarik minat wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman).

“Festival Danau Laut Tawar diadakan di dataran tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah. Dalam festival nanti akan ada acara seperti pacuan kuda, kompetisi bersepeda, pentas seni, pameran foto, lomba perahu, lomba maraton 10 kilometer lintas Danau Lut Tawar dan masih banyak lagi,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi.

Keindahan Danau aut Tawar selama ini memang jadi salah satu keistimewaan yang dimiliki Kabupaten Aceh Tengah. Keunikan dan keindahan danau ini sangat cocok untuk atraksi wisata olahraga air, seperti berenang dan memancing. Maka tak heran kalau kabupaten ini mengadakan Festival Danau Lut Tawar setiap tahunnya.

“Sementara kegiatan pendamping yang juga akan digelar di antaranya pemilihan duta wisata, pemilihan puteri kopi, lomba foto wisata, lomba cipta kreasi usaha kecil menengah berupa cendera mata, lomba renang tradisional, serta aksi lingkungan yang terkait erat dengan pelestarian Danau Lut Tawar,” ujar Reza.

Reza mengakui, dunia kepariwisataan di Aceh Tengah belum mengalami booming. Namun seiring dengan waktu dan proses, jika festival tahunan Danau Lut Tawar digelar, maka akan menjadi booming mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar. Tidak hanya itu, lanjutnya, di Aceh Tengah juga punya Kopi Gayo, yang namanya sudah go international.

“Letaknya 1.200 meter dari permukaan laut, berhawa sejuk, dikelilingi perbukitan yang ditumbuhi pohon pinus, dan petani yang menghasilkan kopi Arabika terbaik dunia. Kita tahu kalau kopi Gayo sudah mendapat pengakuan, tapi alangkah indahnya jika dalam event tersebut kita persilakan para penggemarnya menikmati kopi langsung di tempat asalnya,” harap Reza.

Reza menambahkan, Aceh Tengah punya banyak destinasi wisata yang layak jual ke masyarakat internasional. Tinggal bagaimana agar wisatawan mau meluangkan waktu untuk mengunjungi semua objek wisata yang ada.Selain mengandalkan kegiatan reguler yang diikuti peserta dengan jumlah besar, Pemerintah Aceh juga tengah menggalakkan Desa Wisata, sebagai program pemajuan wisata berbasis masyarakat yang menonjolkan kebudayaan dan kearifan lokal yang terpelihara.

“Sudah ada beberapa kabupaten kota yang menjadi pilot provinsi untuk program desa wisata, Kota Banda Aceh, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tamiang dan Sabang. Di Aceh Tengah, ini terus kita kembangkan,” pungkas Reza.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sudah mengusulkan tiga detinasi wisata di Aceh untuk program prioritas. Masing-masing program tersebut adalah Aceh menjadi The World’s Best Halal Cultural Destination, Sabang menjadi The World’s Best Marine Tourism Destination, dan Danau Laut Tawar menjadi The World’s Best Adventure Destination.

“Ketiganya ini kita usulkan untuk menjadi program prioritas, tinggal Acehnya sendiri harus bisa mempersiapkan sumber daya manusia yang baik, karena ini adalah potensi pemasukan bagi daerah,” kata Arief Yahya.

Sektor pariwisata, lanjut mantan Dirut PT Telkom ini, adalah penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB), devisa dan lapangan kerja yang paling mudah dan murah. Selain itu, merupakan industri yang memberikan dampak positif ke semua sektor lainnya. Untuk mendukung pengembangan pariwisata Aceh, harus ada pengembangan SDM dengan melakukan sertifikasi Tour Guide dan Tour Planner, pelatihan operator rafting dan pengembangan program studi D IV Kepariwisataan di Politeknik Aceh.

“Kemudian pengembangan masyarakat melalui edukasi sadar wisata halal pada masyarakat, kampanye sapta pesona dan sertifikasi usaha hotel serta pengembangan industri pariwisata melalui pembentukan halal centre institute, pelatihan pengelolaan kawasan wisata, cruise, industri kreatif dan diving,” pungkas Menpar Arief Yahya. Rilis Media