Festival Lut Tawar Digeser Bulan September | Aceh Tourism

Festival Lut Tawar Digeser Bulan September

ukuran post photo

Pemerintah Aceh begitu antusias menyambut hajatan akbar Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) XV yang digelar 6-11 Mei mendatang di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Banda Aceh.

Dalam rangka menyambut tamu serta peserta Penas KTNA, Gubernur Aceh mengajak seluruh pejabat eselon II yang berada dalam Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) dan masyarakat industri pariwisata untuk terlibat secara penuh memberikan layanan prima dan fokus dalam menyukseskan kegiatan nasional tersebut, mengingat lebih kurang 35 ribu tamu dari berbagai daerah di Indonesia akan datang ke Aceh.

“Kita sudah instruksikan semua Kepala SKPA untuk segera mempercepat persiapan even ini seperti kesiapan tempat acara yang nyaman dan bersih bagi peserta, fasilitas toilet dan air besih, hingga koneksi jaringan internet dan penerangan. Mengingat kegiatan ini akan dibuka langsung nantinya Presiden Joko Widodo,” kata Gubernur.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh juga akan menggelar Festival Danau Lut Tawar, yang sebelumnya sempat dijadwalkan bulan April akan digeser menjadi bulan September mendatang.
Terkait perubahan jadwal Festival Danau Lut Tawar yang akan dipusatkan di Kabupaten Aceh Tengah ini, Kadisbudpar Aceh, Reza Fahlevi melalui Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani menyebutkan, Disbudpar Aceh selaku SKPA yang terlibat dalam menyukseskan acara Penas KTNA ingin memaksimalkan kenyamanan peserta event nasional tersebut selama mengikuti kegiatan di Aceh.

“Kegiatan Festival Lut Tawar memang sudah kita rencanakan sejak tahun 2016, dimana tahun ini akan dihelat September 2017 nanti. Mengingat kegiatan Penas KTNA yang skala nasional, kita mesti berikan yang terbaik dalam rangka pemulia jamee (memuliakan tamu) yang jumlahnya mencapai puluh ribu,” sebutnya di ruang kerja, Rabu (22/3/2017).

Festival Danau Lut Tawar, sebut Rahmadhani menjadi agenda perdana dari Disbudpar Aceh untuk mengenalkan ragam acara dari dataran tinggi Gayo yang bisa menarik minat wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman).

“Keindahan dan pesona di Aceh Tengah belum begitu heboh di kalangan wisatawan luar. Namun seiring dengan adanya pergesaran waktu penyelenggaraan atraksi wisata ini, diharapkan penyelenggaraan ini akan lebih siap dan atraktif serta mendapatkan dukungan maksimal dari masyarakat dataran tinggi Gayo sehingga kegiatan ini bisa booming untuk mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar, serta potensi Kopi Gayo yang namanya sudah go international bisa lebih dikenal luas lagi,” tambahnya.

Dalam festival yang direncana digelar pertengahan September tersebut yang mendapatkan dukungan Kementerian Pariwisata RI juga akan menyuguhkan beragam kegiatan, seperti pacuan kuda, pentas seni budaya, bike cross dan sejumlah kegiatan pendampingan lainnya.Rilis Media