Gampong Pande, Objek Wisata Sejarah di Banda Aceh | Aceh Tourism

Gampong Pande, Objek Wisata Sejarah di Banda Aceh

gampong pande

Banda Aceh, sebagai ibukota Provinsi Aceh, sering juga disebut  sebagai Kota Pusaka. Mendapat julukan sebagai Kota Pusaka, tentu memiliki latar belakang history yang panjang dan alasan-alasan yang kuat. Untuk menelusuri julukan Banda Aceh sebagai kota pusaka yang akan dipromosikan sebagai icon wisata sejarah oleh Disbudpar kota Banda Aceh, mari kita simak wawancara exlusif tim majalah Aceh Tourism bersama Kadisbudpar Kota Banda Aceh Drs. Ridha, MM. Berikut wawancaranya:

  • Apa konsep Bapak dalam mempromosikan Banda Aceh sebagai kota pusaka ?

Kita melihat Banda Aceh merupakan kota yang memiliki makna history  yang sangat panjang, dimana kota ini telah dikenal  dalam catatan sejarah dengan sebutan Bandar Aceh. Bandar Aceh telah menjadi singgahan para pelancong dunia pada masa itu, sehingga kota ini menjadi kota yang memiliki sejarah yang besar, ketika kita bicara kejayaan Aceh masa lalu, maka Banda Aceh menjadi tonggak utama dalam catatan sejarahnya. Saya sebagai Kadisbudpar Kota Banda Aceh, sudah menjadi kewajiban untuk mempromosikan kota ini sebagai Kota Pusaka, karena kota ini telah mewariskan banyak peninggalan dan warisan masa lalu,  sehingga  sangat menarik Banda Aceh untuk dijadikan sebagai icon Kota Pusaka.

  •  Apa saja yang menjadi  icon Kota Pusaka di Banda Aceh ?

Bila wisatawan Berkunjung ke Banda Aceh, banyak hal menarik yang menjadi icon Kota Pusaka. Pertama sekali, Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, telah menjadi icon utama peninggalan sejarah Islam yang kita miliki, selanjutnya berbagai peninggalan sejarah kejayaan Aceh masa lalu, seperti yang terdapat  di komplek Museum Aceh, dan berbagai koleksi didalamnya  juga menyimpan berbagai warisan dan pusaka kejayaan Aceh masa lalu, baik dalam bentuk artefak atau manuskrip – manuskrip kuno yang ditulis oleh ulama-ulama besar termasyhur seperti  kitab-kitab karangan Nuruddin Ar-Raniri, Syeh Abdurrauf Assingkili, Hamzah Fanfuri, dan koleksi manuskrip penting lainnya.

Dari sisi bangunan kita  memiliki komplek taman Putro Phang yang di bangun pada masa Sultan Iskandar Muda, kemudian Komplek Baperis yang didalamnya terdapat makam Sulthan Iskandar Muda, Komplek Kandang XII yang juga tempat dimakamkamnya raja-raja Aceh yang berkuasa pada masanya. Disamping itu Komplek Makam Syeh Abdurrauf As-Singkili yang terdapat di kawasan Syiah Kuala, komplek ini telah menjadi kunjungan utama wisatawan yang berkunjung ke Banda Aceh sebagai objek wisata sejarah dan wisata spritual di kota ini.

  • Apa saja rencana kedepan untuk menguatkan Banda Aceh sebagai Kota Pusaka ?

Banyak hal yang akan kita lakukan, kita akan fokus menggali potensi wisata sejarah yang ada di Kota Banda Aceh, salah satunya yang mulai dilaksanakan tahun ini adalah,menjadikan kawasan bersejarah yang terdapat di Gampong Pande sebagai Museum Arkeologi Islam Asia Tenggara. Tentu ini pekerjaan yang tidak mudah, kita akan membangun kerjasama dengan berbagai pihak, terutama ahli sejarah, arkerolog, akademisi, dan pakar-pakar lainya untuk menyusun konsep yang matang tentang rencana pembangunan Museum Arkeologi Islam Asia Tenggara ini.Untuk mewujudkan cita-cita ini ini tentu perlu mendapat dukungan dari semua pihak, baik pemerintah Aceh, pemerintah Indonesia, dan dukungan negara-negara Islam di Asia Tenggara, sehingga cita-cita ini bisa terwujud.

  • Mengapa kawasan Gampong Pande menjadi lokasi pembangunan Museum Arkeologi Islam Asia Tenggara?

Kawasan Gampong Pande adalah, salah satu komplek yanng menyimpan banyak peninggalan arkeologi Islam di sana, dan kawasan ini akan dibangun dengan konsep museum lapangan yang didukung juga dengan bangunan gedung yang didalamnya nanti akan menyimpan koleksi-peninggalan arkeologi Islam yang tersebar di Asia Tenggara  dengan harapan museum ini nantinya, akan menjadi salah satu museum pusat kajian sejarah Islam Asia Tenggara.