Kenduri Sepanjang Tahun | Aceh Tourism

Kenduri Sepanjang Tahun

Kenduri Foto: AK. Jailani

Kenduri atau masyarakat Aceh me­nyebutnya khanduri, sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kehidupan masyarakat. Sepanjang tahun selalu ada kenduri.

Saat melaksanakan kenduri masyarakat melakukannya secara kolektif. Karena, hakikat dari kenduri adalah merekatkan atau mempererattali persatuan antar masyarakat. Maka tak heran, semangat kegotongroyon­gan tumbuh besar dalam budaya khanduri.

Kenduri-kenduri yang rutin di­lakukan antara lain, kenduri Perayaan Maulid, yaitu dilaksanakan selama tiga bulan secara bergilir di semua desa dan kecamatan, yang dimulai dari bu­lan Rabiul Awal hingga Rabiul Akhir.

Selain itu ada bermacam kenduri lain yang dilaksanakan masyarakat Aceh. Antaranya,khanduri blang (ken­duri turun ke sawah), khanduri ureueng meukawen (kenduri pesta perkaw­inan), khanduri ureueng mate (kenduri orang meninggal), khanduri aqiqah(kenduri kelahiran anak).

Kemudian, khanduri peutron aneuk (kenduri pertama sekali anak dibawa keluar rumah), khanduri peusunat aneuk (kenduri sunatan anak),khanduri beuru-at, (kenduri menjelang ramadhan/nisfu syakban), dan khanduri tamat Qur’an(kenduri khatam Qur’an).

Tradisi kenduri dalam masyarakat Aceh adalah warisan terlama. Hal ini berkait erat dengan budaya hinduisme pra Islam. Namun, dalam mengadopsi budaya Hindu, masyarakat Aceh yang dikenal kuat dengan agama Islam telah melak­sanakan budaya kenduri dengan nilai-nilai Islam.

Hal ini diperkuat lagi dengan kehadiran Majelis Adat Aceh (MAA) yang ada di 23 kabupaten/kota di Aceh sebagai lembaga yang menjaga budaya dan adat istiadat Aceh agar terus dilestarikan hingga tidak hilang ditelan zaman.