Kerawang Gayo Oleh Oleh dari Dataran Tinggi Gayo | Aceh Tourism

Kerawang Gayo Oleh Oleh dari Dataran Tinggi Gayo

tali kepala adat gayo

Tali Kepala Adat Gayo

Kerawang Gayo adalah merupakan motif yang sudah lama dikenal masyarakat dataran tinggi Gayo. Dalam perkembangannya kerawang Gayo telah memiliki motif beragam dan terus berevolusi, bergerak dinamis sesuai kebutuhan masyarakat.

Motif kerawang Gayo terdiri dari emum berangkat (awan berangkat), pucuk rebung, puter tali (tali berputar), peger (pagar), ulen-ulen (bulan, tapak suleman (telapak kaki Sulaiman), dan bunge ni kapas (bunga kapas).

Salah seorang pengrajin kerawang Gayo, Kamruyansari yang ditemui Aceh Tourism beberapa waktu lalu di Jalan Kuta Panjang, Desa Tampeng mengatakan, kerawang gayo kini dalam perkembangannya tidak saja dijadikan pakaian adat tetapi juga sudah dijadikan sebagai souvenir.

Dari tas tangan, tas sandang, dompet, kotak tisu, selendang, kain sal, ransel, gelang, taplak meja, bantal kursi, kain lebar, hiasan dinding, dan sendal. Harga yang dijualpun bervariasi mulai dari harga Rp15 ribu per pcs hingga ratusan ribu rupiah. Tergantung kesulitan pembuatan dan pemesanannya.

“Biasanya tamu-tamu yang berkunjung ke Blang Kejeren (Ibukota) Kabupaten Gayo Lues, mereka membeli krawang gayo sebagai oleh oleh untuk dibawa pulang ke daerah mereka,” tutur pria yang kini telah memiliki sekitar 28 orang perajin kerawang gayo binaannya.

pakaian adat gayo

pakaian adat gayo Foto: Saniah Ls

Kerawang gayo tidak saja diminati masyarakat Aceh dari kabupaten/kota lainnya di Aceh. Tetapi juga digemari masyarakat yang tinggal di Jakarta, Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kota Medan, dan Jawa Tengah. Malah tak sedikit tamu dari Malaysia pun ikut membeli dan memesannya.

Semakin banyaknya permintaan hasil kerajinan tangan kerawang Gayo membantu meningkatkan perekonomian masyarakatnya. Kini di Kabupaten Gayo Lues ada sekitar 8 perajin Kerawang Gayo yang membuat cindera mata yang pernah dikenakan penyanyi dan artis tenar di Jakarta, seperti Iwan Fals dan Christina Hakim. (Teks dan Foto: Saniah LS)