Masam Keu-eung Kuliner Khas Restoran Makan Masam Keueung | Aceh Tourism

Masam Keu-eung Kuliner Khas Restoran Makan Masam Keueung

Masam Keu-eung Kuliner Khas Restoran Makan Masam Keueung  Berawal dari ide bersama untuk mempertahankan kuliner asli Aceh Rayeuk . Pada 2010 tepatnya di Jalan Soekarno Hatta, Lampeuneurut, Aceh Besar, hadir Restoran Masam Keu-eung Khas Aceh Rayeuk. Restoran ini bukan Restoran biasa. Soalnya di sini Anda akan menemukan masakan tradisional Aceh yang mungkin sudah sulit ditemukan di daerah perkotaan. Restoran yang buka dari jam 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB setiap hari ini menyajikan berbagai menu masakan yang diolah dengan bumbu khas Aceh.

“Racikan bumbu ini sudah turun temurun. Warisan dari endatu saya,” kata pemilik Restoran Masam Keu-ueng, Meksalmina yang didampingi oleh Martunis dan Direktur, Rusli Hamzah, kepada media ini beberapa waktu lalu. Bukan itu saja, menurut dia, di Restoran miliknya ini selain masam keu-eung juga menyajikan menu tambahan dengan berbagai variasi yang disajikan berganti-ganti setiap harinya. Seperti antaranya, sie reuboh (daging rebus), sop daging khas Aceh Rayeuk, asam udeng (asam udang), deudah boh itek (telur bebek panggang), keumamah tumeh (tumis ikan kayu), ayam tangkap, eungkot payah (ikan gabus), dan sie manok masam keu-eung (ayam asam pedas). “Ada puluhan menu masakan tradisional Aceh. Menu yang menjadi andalan di sini adalah masam keu-eung atau asam pedas. Menu paling istimewa lainnya yaitu asam udeung, Udang rebus yang dirajang kecil dan diberi bumbu asam pedas,” sebut Meksalmina. Masam dalam bahasa Indonesia diartikan asam, sedangkan keu-eung berarti pedas. Ikan yang dimasak masam keu-eung ini warna kuahnya kekuning-kuningan dan agak kemerah-merahan. Karena penggunaan kunyit di dalam bumbunya dan serta sedikit cabe merah. Menurut Meksalmina dari sekian banyak menu yang ada di Restoran Masam Keueung, sebagian sudah direkomendasikan oleh program kuliner di televisi swasta Nasional di Jakarta yaitu pada acara kuliner yang dibawakan Bondan Winarno (Maknyus) dan Benu Buloe (Lazies). “Kami tidak saja memanjakan pengunjung dengan beragam menu masakan khas Aceh Rayeuk. Tetapi kami juga memberi kenyamanan kepada pengunjung Restoran kami dengan berbagai fasilitas. di lantai 2, seperti ruang VIP, meeting room, mushalla, dan toilet standar restoran,” paparnya. Restoran dengan interior minimalis dan menu siap saji ini, Anda bersama keluarga, kerabat, sahabat, dan rekan kerja Anda bisa memilih menu masakan khas Aceh Rayeuk menurut selera Anda. Karena tanpa menunggu lama, menu-menu yang tersaji pada hari itu akan dihidangkan di depan Anda dan Anda cukup memilihnya menurut selera. Bicara masakan tradisional Aceh Rayeuk bukan sekedar tentang selera atau masakan luar biasa. Sebagaimana motto dari Rumah Makan Masam Keu-eung “Lazat Laziem Kayem Biasa Ngon Masam Keu-eung”. Tetapi bicara bagaimana masakan tradisional warisan dari nenek moyang Aceh ini tetap dipertahankan jangan sampai hilang ditelan masa. Apalagi dengan banyaknya muncul kuliner siap saji dari Barat maupun daerah lainnya yang mulai menjamur di Aceh. (Saniah LS)