Mempromosikan Wisata Gayo dengan Sepeda | Aceh Tourism

Mempromosikan Wisata Gayo dengan Sepeda

Mempromosikan Wisata Gayo dengan Sepeda

Humas Pemkab Aceh Tengah

Doc. Humas Pemkab Aceh Tengah

Dari kiri: Wakil Bupati Aceh Tengah Khairul Asmara, Kapolres Aceh Tengah Dodi Rahmawan, Bupati Aceh Tengah Nasaruddin, Kadisbudpar Aceh Reza Fahlevi, dan Sekretaris DPRK Aceh Tengah Subhandy, di sela-sela arahan kepada peserta ABCC 2 di halaman Kantor Bupati.

Pelaksanaaan Aceh Bike Cross Country (ABCC) 2 di Aceh Tengah dan Bener Meriah berlangsung sukses. Hal ini tak terlepas dari keseriusan Pemerin­tah Aceh mempromosikan potensi wisata alam di Dataran Tinggi Gayo.

Ketua Panitia Pelaksana, Mahyadi, menerangkan, ABCC 2 merupakan program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh yang digelar di Tanah Gayo dengan sen­gaja mengambil trek Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah.

“Artinya kami ingin menawarkan pesona alam Dataran Tinggi Gayo yang notabene daerah penghasil kopi terbe­sar di Aceh bahkan Indonesia. Dan kita berharap dengan adanya event ini, peserta dari luar bisa menjadi corong un­tuk mempromosikan keindahan panorama alam pergunun­gan, mulai dari perkebunan kopi hingga pariwisatanya,” tutur Mahyadi.

Dia menyebutkan, kegiatan ini diikuti sekira 200 bik­ers dari berbagi daerah di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Klub sepeda yang berpartisipasi, tiga dari Lhok­seumawe yaitu Komunitas Sepeda Sport Lhokseumawe (Kosse), Debic, dan Satelit, juga BNI Lhokseumawe. Dari Banda Aceh ada Serikat, Gobatek, TKCI, K 180, dan Dunia Barusa Bike.

Sedangkan Bickley Communiy Rantau (BCR) dari Aceh Tamiang. Brandan Bike Cicly Club dan Komunitas Sepeda Gunung Sumut (KSGS) dari Sumatera Utara. Happy Moun­tain Bicycle Club (HMBC) Takengon mewakili tuan rumah.

Pada even yang berlangsung hari Minggu, 12 Oktober 2014, seremoni digelar di Halaman Pendopo Bupati Bener Meriah sebelum pelepasan peserta. Selain Kepala Dis­budpar Aceh, Reza Fahlevi, hadir juga diantaranya Wakil Bupati Bener Meriah, Rusli M Saleh dan Dandim 0106 Aceh Tengah, Letkol (Inf) Lalu Habibburrahim.

Dalam sambutannya, Kepala Disbudpar Aceh sangat mengapresiasi kerja keras panitia penyelenggara serta pihak Pemkab Aceh Tengah dan Bener Meriah, terutama Sekretaris DPRK Aceh Tengah yang telah mendukung sejak awal. Ia juga sangat berterima kasih kepada IOF Aceh, sponsorship Dunia Barusa, dan rekan-rekan sponsor yang lain seperti Serikat dan Garuda Indonesia.

“Event ini diharapkan mampu menjadi salah satu event yang dapat memperkenalkan keindahan alam Aceh, khususnya alam Dataran Tinggi Gayo. Dan juga menjadi ajang promosi Aceh di sisi sport tourism dan adventure tourism yang memang saat ini peminatnya di Indonesia sangat besar. Jadi saya pikir, bagus sekali untuk terus kita kembangkan event-event seperti ini, termasuk juga di daerah lain di Aceh,” imbuhnya.

Menurutnya, ABCC 2 terlaksana dengan baik. Minat peserta dari berbagai daerah sangat besar. Begitu juga animo masyarakat dua daerah di Tanah Gayo, Aceh Tengah dan Bener Meriah, serta panitia inti dari Explore Gayo Community.

Rokhmat, peserta dari Komunitas Sepeda Gunung Sumutera Utara (KSGS) mengakui kerja bagus panitia. “Panitia bekerja cukup bagus, diatur sedemikian rupa. Apalagi di single track, kami bsia menikmati kebun kopi dan pemandangan Lut Tawar,” tuturnya di Lapangan Samanggara.

Menikmati Keindahan Alam Gayo sambil Bersepeda

Menikmati Keindahan Alam Gayo sambil Bersepeda

Menurut pria yang baru pertama kali ke Aceh ini, para peserta sangat antusias bersepeda, tapi kurang memper­timbangkan keselamatan sehingga banyak yang jatuh. Trek Oregon bertipe off road dan tergolong ekstrem, sehingga saran dia, seharusnya peserta diingatkan menggunakan sepeda jenis AM (All-Mountain) bukan XC (Cross Country) yang biasanya digunakan on road.

Pun begitu, dia mengaku pemandangan selama gowes sungguh menarik. “Kebetulan saya juga sering jadi pemandu trek sepeda di Sumut, saya akan coba tawar­kan nanti ke Takengon ini, cukup bagus treknya dan juga berwisata. Kalau di Sumut, Danau Tobanya, kalau di sini Danau Laut Tawarnya,” sebut lelaki yang datang bersama tiga kawan komunitasnya.(Makmur Dimila)



Makmur Dimila

Hobi jalan-jalan, suka nulis, dan ngopi arabika. Simak ceritanya di safariku.com