Menapak Kota di Atas Bukit, Takengon | Aceh Tourism

Menapak Kota di Atas Bukit, Takengon

Menapak Kota di Atas Bukit, Takengon

Kabupaten Aceh Tengah merupakan salah satu kabupaten yang terletak di bagian tengah teritorial Aceh. Ibukota kabupaten ini adalah Takengon, sebuah kota kecil berhawa sejuk yang berada di salah satu bagian punggung pegunungan Bukit Barisan yang membentang sepanjang Pulau Sumatera.

Daerah ini berada di kawasan dataran tinggi Gayo. Kabupaten lain yang berada di kawasan ini adalah Kabupaten Bener Meriah serta Kabupaten Gayo Lues. Tiga kota utamanya yaitu Takengon, Blang Kejeren, dan Simpang Tiga Redelong. Jalan yang menghubungkan ketiga kota ini melewati daerah dengan pemandangan yang sangat indah.

Sebagian besar penduduknya berasal dari suku Gayo. Selain itu terdapat pula suku-suku lainnya, seperti Suku Aceh dan Suku Jawa. Sembilan puluh sembilan persen masyarakat Aceh Tengah beragama Islam. Masyarakat Aceh Tengah memiliki tradisi tahunan pada saat perayaan Proklamasi Indonesia yaitu pacuan kuda tradisional.

Hal yang unik dari pacuan kuda tradisional ini adalah jokinya yang muda berumur antara 10-16 tahun. Selain itu, joki juga tidak menggunakan sadel, pacuan kuda ini biasanya rutin diselengarakan pada 17 Februari yaitu Hari Ulang Tahun Kota Takengon dan di event-event wisata lainnya.

Untuk mencapai daerah yang berhawa dingin ini, biasanya ditempuh dari dua daerah, melalui jalan darat. Apabila Anda berada di Kota Banda Aceh, perjalanan bisa ditempuh melalui terminal Batoh, Kota Banda Aceh, dengan menggunakan bus mini jenis L300 dengan ongkos Rp75 ribu sampai Rp80 ribu rupiah langsung tiba di pusat Kota Takengon.

Rute perjalanannya akan melewati kabupaten Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen dan Kabupaten Bener meriah. Jarak tempuh dari Kota Banda Aceh sekitar  6-7 jam perjalanan. Apabila Anda berada di Kota Medan, Sumatera Utara, Anda bisa datang ke terminal Bus Antar Provinsi di Pinang Baris atau Jalan Gagak Hitam, Ring road (bus Kurnia, PMTOH, Simpati) atau di Sunggal (Putra Pelangi) yang menyediakan trayek Takengon dengan ongkos sekitar Rp150 ribu/orang.

Untuk para tra veler yang mengunjungi KotaTakengon, ada beberapa objek wisata di Kabupaten Aceh Tengah antara lain, Danau Laut Tawar, Pemandangan Pantan Terong, Loyang Koro, Loyang Pukes, Loyang Datu, Burni Klieten, Gayo Water park,  dan Krueng Peusangan.

Disamping alam dan panoramanya yang mempesona, daerah ini memiliki banyak khasanah kesenian tradisi, kesenian tradisionalnya menyajikan nilai seni tradisi yang unik dan menarik,antara lain, Didong merupakan salah satu kesenian asli yang berasal dari daerah dataran tinggi ini.

Kesenian ini dimainkan oleh sekelompok orang duduk bersila membentuk lingkaran, dengan lantunan syair dalam  bahasa Gayo, seorang syeh/penyair, akan mendendangkan syair-syairnya yang diiringi dengan tepukan tangan dan tepukan bantal kecil dengan ritme yang harmonis.

Selain itu terdapat juga salah satu seni tari yang bernama tari Guel. Tari Guel merupakan tarian adat tradisional yang berasal dari Tanah Gayo, dan tarian ini ditarikan oleh para wanita dan juga pria secara berkelompok. Biasanya tarian ini dipertunjukkan pada saat menyambut tamu ataupun pada saat acara-acara adat.  (Sal/dbs)