Menapak Tilas Tsunami di Ibu Kota | Aceh Tourism

Menapak Tilas Tsunami di Ibu Kota

Anda belum benar-benar sampai ke Banda Aceh jika tidak mengunjungi situs-situs wisata tsunami di kota ini, sehingga keajaiban-keajaiban 26 Desember 2004 dapat Anda rasakan sendiri bahkan berbeda dari mendengar pengalaman orang lain yang pernah mengunjunginya.


 

Masjid Raya Baiturrahman, salah satu ikon utama Aceh yang terletak di pusat Kota Banda Aceh. Nikmati dulu keagungan tempat ibadah ini sebelum menggapai objek-objek wisata tsunami lainnya. Hal ini diakui oleh Meral Öztürk, gadis Turki yang lancar berbahasa Indonesia.

Masjid Raya Baiturrahman, salah satu ikon utama Aceh yang terletak di pusat Kota Banda Aceh.

Masjid Raya Baiturrahman, salah satu ikon utama Aceh yang terletak di pusat Kota Banda Aceh. | Rinaldi AD

Ia sangat mengagumi masjid megah yang menawarkan arsitektur menawan, sejarahnya yang menarik, dan kekokohan bangunannya. “Tak hanya indah, masjid ini juga membuat hati tenang karena selalu ramai orang beribadah,” tuturnya.

Selain menjadi ikon Kota Banda Aceh, Masjid Raya Baiturrahman juga menjadi tempat berkumpul saat perayaan hari-hari besar umat Islam, seperti salat Id (salat hari raya), maulid, tahun baru hijriyah, maupun acara besar lainnya. Bahkan saat tsunami melanda Aceh 26 Desember 2004, masjid ini menjadi tempat menyelamatkan diri ratusan warga sekitar. Maka tak jarang pula, para pelancong mengunjunginya untuk sekadar mengagumi keperkasaan masjid raya.

Nah, bila ke Banda Aceh, Anda sebaiknya tidak lupa mengunjungi beberapa tempat lainnya yang khusus memberikan gambaran dan pengetahuan tentang tsunami. Selain menyenangkan, objek-objek wisata tsunami tersebut jauh dari kesan seram. Bahkan beberapa tempat menyediakan kafeteria supaya Anda lebih merasa nyaman dan santai.

Spot pertama yang patut Anda kunjungi adalah Museum Tsunami Aceh. Letaknya tak jauh dari Masjid Raya Baiturrahman, bahkan dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Pilihan lainnya adalah menumpang di labi-labi (angkot) jurusan Ulee Lheue dengan tarif tiga ribu rupiah. Anda juga bisa menyewa becak motor menuju museum di Jalan Iskandar Muda ini, tentunya Anda harus pandai-pandai menawar tarifnya.

Museum Tsunami Aceh buka setiap hari kecuali Jumat, mulai dari pukul 08.00 WIB dan jeda dari pukul 12.00 hingga 14.00 WIB. Museum ini akan terus diramaikan oleh pengunjung sebelum tutup pada pukul 17.00 WIB.

Anda dapat menikmati bermacam fasilitas yang disediakan, seperti ruang-ruang yang menawarkan beragam pengetahuan tentang tsunami, ruang istirahat, musala, ruang donor darah, hingga tempat berbelanja souvenir.

Beragam gambar, miniatur, dan alat peraga tentang pengetahuan tsunami dipajang di dalam museum. Mulai dari penyebab gempa bumi yang dapat menimbulkan tsunami, tata ruang kota di wilayah rawan bencana, serta banyak pengetahuan lainnya yang dapat dicerna dengan mudah oleh orang dewasa maupun anak-anak. Selain itu, museum ini juga memamerkan lukisan yang berkaitan dengan tsunami. Di ruang khusus, Anda pun dapat menonton video singkat saat terjadinya bencana tsunami di Aceh.

Pemandangan di atas PLTD Apung | Rinaldi AD

Pemandangan di atas PLTD Apung | Rinaldi AD

Objek wisata lainnya yang tidak boleh terlewatkan adalah PLTD Apung, yaitu kapal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel milik PT PLN yang terseret gelombang tsunami hingga ke daratan. Situs ini berada di Gampong Punge Blangcut dan tak pernah sepi pengunjung. Dari Masjid Raya Baiturrahman, Anda dapat menumpang labi-labi jurusan Ulee Lheue atau pun menyewa becak motor.

PLTD Apung akan buka tiap hari kecuali Jumat pagi, dari pukul 08.30 hingga 17.30 WIB, tentunya dengan jeda waktu salat Dzuhur dan Ashar. Dengan tarif cuma-cuma, Anda dapat berkeliling di pekarangan PLTD Apung, berfoto, atau naik ke badan kapal untuk menikmati pemandangan dari atas. Di pekarangannya, ada pula Taman Edukasi Tsunami yang menyajjikan beragam pengetahuan tentang tsunami.

Sejauh ini, PLTD Apung telah dua kali direnovasi. Pihak pengelola situs merencanakan renovasi terakhir yang ditargetkan rampung pada Desember 2014 untuk memamerkan fasilitas lebih menarik bagi pengunjung, seperti museum kecil dengan foto-foto terkait PLTD Apung dan Tsunami, serta ruang nonton bagi pengunjung yang ingin menonton video tsunami di Aceh.

Tak jauh dari PLTD Apung, ada situs wisata tsunami yang juga tak boleh Anda lewatkan. Cukup dengan berjalan kaki melewati Jalan Bahagia, Anda akan bertemu dengan kapal yang juga terseret oleh tsunami, yaitu Kapal Patroli KPLP. Memang tidak ada prasasti dan foto-foto yang menggambarkan kapal tersebut. Bahkan Rosmawati, yang rumahnya tepat di depan KPLP mengaku tak tahu apa-apa bila ada pengunjung yang menanyakan padanya tentang kapal patroli tersebut.

Kapal Patroli KPLP yang terseret oleh Tsunami | Rinaldi AD

Kapal Patroli KPLP yang terseret oleh Tsunami | Rinaldi AD

Namun begitu, Anda patut mengunjungi KPLP, sebab kapal ini masih terawat dengan baik. Anda juga dapat menaiki badan kapal tapi tetap harus hati-hati karena  kemiringan kapal tidak safety. Anda juga dapat mengambil foto sesuka hati, dengan catatan tidak merusak atau mencoret situs wisata tsunami tersebut. Tentunya menarik bila melihat kapal besar dalam komplek perumahan warga, ‘kan?

Jika Anda ingin berbelanja sovenir khas Aceh, Anda bisa kembali ke PLTD Apung. Di luar pekarangan, Anda bisa mendapatkan makanan tradisional, tas, atau gantungan kunci dengan motif khas Aceh. Tapi berbelanja oleh-oleh bukan berarti akhir dari sebuah jalan-jalan. Masih ada beberapa tempat lagi yang harus Anda kunjungi. Salah satunya Masjid Baiturrahim.

Masjid ini tak jauh dari Punge Blangcut dan dekat dengan Pelabuuhan Ulee Lheue. Masjid Baiturrahim juga salah satu masjid di tepi laut yang tidak roboh oleh tsunami. Selain untuk beribadah, masjid ini memajang beberapa foto yang menggambarkan keadaan masjid beberapa saat selepas tsunami. Anda juga dapat bertanya-tanya pada pengurus masjid terkait masjid tersebut dan tsunami yang terjadi sepuluh tahun lalu. Jika Anda ingin menziarahi para syuhada–sebutan untuk korban tsunami, Anda dapat berjalan kaki menuju kuburan massal yang tak jauh dari Masjid Baiturrahim.

Selepas mengunjungi masjid, Anda bisa mengisi tenaga dengan menikmati kuliner di Taman Kuliner tak jauh dari masjid baiturrahim. Berbagai masakan seafood ditawarkan di sini dengan harga bersahabat. Menghabiskan waktu sambil makan dan menikmati laut akan sangat menyenangkan untuk Anda lalui sembari bersiap-siap menuju situs wisata Boat di Atap Rumah (Boat on the Roof).

Siapa sangka, boat yang satu ini terdampar di atap rumah warga saat terjadinya bencana tsunami. Kini, ia menjadi salah satu situs yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain tempatnya yang bersih dan nyaman, ada juga prasasti berisi cerita saat boat terseret gelombang. Foto-foto tsunami juga dipajang di ruang khusus kepada para pengunjung.

Penasaran, bukan? Anda dapat menikmati boat on the roof di Gampong Lampulo, setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.30 WIB. Anda bisa menjangkau situs tersebut dengan menyewa becak motor baik dari masjid Raya Baiturrahman maupun di berbagai tempat wisata lainnya. Dan ingat, Anda harus tetap menawar tarif becak secermat mungkin. (Siti Zulaikha)