Mengenalkan Keindahan Bawah Laut Aceh Lewat Sosmed | Aceh Tourism

Mengenalkan Keindahan Bawah Laut Aceh Lewat Sosmed

unspecified 1

Meugap Community

Meugap Community, sebuah komunitas freediver yang terbentuk pada November 2015. Komunitas penyelam ini dibentuk oleh Nova Hendryansyah Putra dan Emrin Ian. Tujuannya, sebagai sebagai tempat berkumpulnya pecinta alam bawah laut.

Kamunitas yang digandrungi anak muda ini,  memiliki misi untuk memperkenalkan potensi bawah laut yang ada di Aceh, khususnya Aceh Besar. Dimana Selama ini, wisata bawah laut Aceh Besar menurut para feediver kurang mendapatkan perhatian dari pihak-pihak yang terkait.

Feediver, tidak saja menyelam, mereka juga membuat video singkat mengenai keindahan bawah laut yang kemudian di unggah langsung ke sosial media seperti youtube dan instagram. Selain itu, komunitas ini juga mencoba memperkenalkan olahraga freediving kepada masyarakat luas sebagai olahraga air yang sedang populer pada saat ini.

Meugap Community diketuai oleh Emrin Ian dan beranggotakan lebih dari 20 orang. Maugapers, (sebutan bagi anggota Meugap Community), memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari Operator PLN, Guru, Pegawai Kementrian, Entrepreneur, hingga Mahasiswa.

Setiap akhir pekan, para Meugapers mengeksplor keindahan bawah laut untuk kepentingan mengambilan video, membersihkan sampah dibawah laut, dan mengidentifikasi biota bawah laut khususnya Anemon dan Ikan Anemon.

Tempat yang paling sering dikunjungi Meugapers adalah wilayah Aceh Besar, mulai dari Lampu’uk, Inong Bale, Pasir Putih, Pulau Tuan, Lhok Seudu, Pulau Amat Ramanyang, Blang Ulam, dan Lhok Mata ie. Namun selain tempat tersebut, Meugap Community juga telah mengeksplor sebagian keindahan laut Pulau Weh.

“Dari semua tempat yang telah kami dikunjungi, semuanya memiliki keindahan dan keragaman biota laut yang unik. Namun para Meugapers memilih Pulau Tuan  sebagai tujuan wisata bawah laut yang paling eksotis dikarenakan memiliki beragam jenis biota laut dan terumbu karang yang berada pada kawasan konservasi sehingga kelestariannya terjaga,” sebut Emrin Ian beberapa waktu lalu di Banda Aceh.

Lanjutnya, berdasarkan informasi yang didapatkan dari internet, Pulau Tuan memiliki taman bawah laut yang masih padat ditumbuhi terumbu karang berjenis Tablecoral dan Branchcoral. Hal itu terbukti setelah Meugapers turun langsung kelapangan. (Fanny Nurdhiana)