Pekan Kebudayaan Aceh VI Digelar September 2013 | Aceh Tourism

Pekan Kebudayaan Aceh VI Digelar September 2013

Aceh Satu Bersama Aceh Satu Bersama. Inilah tema yang diusung dalam Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) -VI tahun ini. Diselenggarakan 7-16 September 2013 dan berpusat di komplek Taman Sulthanah Safiatud­din, Banda Aceh. PKA-VI akan me­nampilkan keberagaman seni budaya masyarakat yang menjadi fondasi utama kesatuan sebuah bangsa ber­nama Aceh.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Adami Umar menye­butkan “Aceh adalah daerah plural. Ia ditopang oleh berbagai suku yang memiliki seni budaya khas di setiap daerah Kabupaten/Kota. Tidak hanya itu, masyarakatnya juga memiliki beberapa bahasa berbeda yang menguatkan bahwa Aceh merupakan daerah yang memiliki khasanah seni budaya tinggi,” sebutnya.

Menurutnya, dalam catatan sejarah bisa didapatkan sejak zaman kerajaan, Aceh telah berinteraksi dengan dunia internasional. Dengan negara-negara besar seperti Turki, Arab, Inggris, dan negara-negara besar lainnya. Ini telah 2013memungkinkan terjadinya persing­gungan budaya bagi masyarakatnya. Namun dari fakta sejarah demikian, jati diri keacehan atau identitas Aceh sebagai sebuah kesatuan tetap mengakar dalam tatanan kehidupan masyarakat. Aceh Satu Bersama se­bagai tema PKA VI adalah wujud dari identitas Aceh yang ditopang oleh berbagai keragaman seni budayanya.

Kekayaan khasanah seni budaya yang dimiliki, merupakan aset daerah yang perlu dipertunjukkan kepada publik, baik Nasional maupun Interna­sional. Kekayaan seni budaya ini tentu saja akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, peneliti, praktisi bu­daya, serta masyarakat umum lainnya.

Maka sebagai usaha mempersem­bahkan keanekaragaman seni budaya masyarakat Aceh yang tersebar di seluruh kabupaten/kota, PKA VI akan menyajikan serangkaian acara, yang di antaranya tergambar dalam beberapa ulasan berikut.

Pembukaan PKA VI

Direncanakan akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, pembukaan PKA VI akan dilaksanakan di Stadion H. Dimurthala, Lampineung Banda Aceh. Di samping acara seremonial sesuai tradisi masyarakat Aceh, pembukaan PKA VI juga akan diisi dengan serang­kaian pertunjukkan yang meriah.

Atraksi seni berupa tarian massal yang menampilkan kolaborasi seni tari tradisi Aceh seperti Ratoh, Seudati, Rapa-i Geleng, Saman Likok, dan berb­agai seni tradisi lainnya adalah bagian dari rangkaian pertunjukan tersebut. Tarian massal kolaboratif ini merupa­kan wujud dari penyatuan keragaman suku, bahasa, seni dan budaya yang ada di Aceh. Lagu-lagu tradisional seperti Tanoh Lon Sayang dan Prang Sabi juga akan ditampilkan dengan iringan musik etnik yang dimainkan secara orkestra.

 Pawai Budaya

Kegiatan ini merupakan agenda tetap dalam setiap pelaksanaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA). Pawai Budaya akan diikuti oleh 23 kontingen dari kabupaten/kota di Aceh. Setiap kon­tingen akan menampilkan berbagai atraksi seni budaya yang dimainkan sepanjang jalan utama Kota Banda Aceh.

Dimulai dari Lapangan Blang Padang, peserta Pawai Budaya akan melakukan longmarch di sepanjang jalan protokol yang berakhir di Taman Sulthanah Safiatuddin, sebagai lokasi utama pelaksanaan Pekan Kebu­dayaan Aceh VI.

Dalam pawai budaya, unsur Pemerintah Aceh seperti Gubernur, Sekretaris Daerah, Wakil Gubernur segenap stafnya merupakan rombon­gan utama. Rombongan ini diikuti oleh Muspida kabupaten/kota beserta rombongan kontingen masing-masing yang melakukan atraksi budaya sepan­jang rute longmarchberlangsung.

 Pameran dan PertunjukanTaman Sulthanah Safiatuddin yang berisi rumah adat 23 kabupaten/kota merupakan tempat utama pameran budaya. Khasanah warisan budaya yang terdapat di seluruh Aceh akan dipamerkan di setiap anjungan kabu­paten /kota. Mulai dari produk kon­temporer masing-masing kabupaten/kota yang khas, seperti barang-barang kerajinan dan kuliner, obat-obatan tradisional, benda-benda kuno yang dimiliki setiap daerah seperti naskah kuno, koleksi uang kuno, juga akan ditampilkan dalam pameran ini. Secara keseluruhan, pameran benda-benda kuno dipamerkan lengkap di stand Museum Aceh.Setiap anjungan yang menjadi galeri pameran warisan budaya kabu­paten/kota seluruh Aceh, juga akan diisi dengan berbagai pertunjukan seni tradisi sesuai asalnya masing-masing. Seperti Didong di anjungan Aceh Tengah, Tari Saman di anjungan Gayo Lues, Nandong di anjungan Kabupaten Simeulu, Rapai Geleng di anjungan Kabupaten Aceh Selatan, dan lain sebagainya.Seminar BudayaSeminar Budaya adalah salah satu agenda penting yang rutin dilaksana­kan dalam Pekan Kebudayaan Aceh. Pada PKA VI, seminar budaya akan menghadirkan pakar atau ilmuwan se­jarah dan budaya, dalam dan luar neg­eri. Dalam seminar ini biasanya akan dibahas isu-isu penting dan menarik tentang budaya Aceh yang nantinya akan melahirkan suatu format ran­cangan penguatan kebudayaan Aceh di masa yang akan datang. Seminar Budaya ini pada tahap sebelumnya telah menarik perhatian para ma­hasiswa dan peneliti yang mengkaji kebudayaan Aceh secara mendalam.Gebyar SeniGebyar Seni adalah salah satu acara yang paling banyak menyedot perhatian pengunjung. Sebagai acara yang memperlombakan berbagai pertunjukan seni tradisi di Aceh, sep­erti perlombaan Tari Saman, Seudati, Ranup Lampuan, Rapai Geleng, Zikir Maulid Nabi, Dalail Khairat, Teater Rakyat, dan berbagai pertunjukan seni lainnya.Diikuti oleh sejumlah sanggar seni di seluruh Aceh, Gebyar Seni dilak­sanakan di panggung utama PKA VI yang terletak di tengah-tengah Taman Sulthanah Safiatuddin sebagai lokasi utama perhelatan ini. Acara ini juga digelar secara penuh selama Pekan Kebudayaan Aceh berlangsung.Permainan RakyatDi samping atraksi seni dan bu­daya, permainan rakyat adalah salah satu acara yang tak kalah menariknya untuk disaksikan. Disajikan dalam bentuk lomba, beberapa permainan rakyat yang berkembang di hampir seluruh Aceh seperti Geulayang Tunang, Meu-en Geunteut Trieng, dan Meu-en Galah disajikan dalam bentuk perlombaan. Di samping diadakan pula demonstrasi permainan rakyat yang berkembang di daerah-daerah tertentu sebagai pengenalan bagi masyarakat luas tentang kekayaan seni budaya yang ada di Aceh. Atraksi BudayaKegiatan atraksi budaya merupa­kan serangkaian acara yang mende­monstrasikan berbagai upacara adat di Aceh. Setiap kabupaten/kota akan menampilkan tata cara pelaksanaan upacara tertentu sesuai dengan adat yang berkembang di daerahnya masing-masing.

 Peragaan Upacara Adat Perkawinan

 Peragaan upacara adat perkawinan adalah salah satu upacara adat yang paling sakral di Aceh. Dengan menampilkan sepasang pengantin dan seorang perantara (seulangke) serta dua orang tua dari kedua belah pihak pengantin, peragaan upacara adat perkawinan ini juga akan disertai dengan berbagai perlengkapan menu­rut daerah kabupaten/kota masing-masing. Event ini selalu menjanjikan bagaimana unik dan beragamnya adat yang berkembang dalam masyarakat Aceh secara keseluruhan, namun tetap terbingkai dalam asas keislaman.

 Peragaan Busana Adat

 Dikemas sebagai ajang perlom­baan, peragaan busana adat diikuti oleh sepasang remaja, lelaki, dan perempuan yang berpakaian adat masing-masing daerah Kabupaten/ Kota. Dalam peragaan busana adat ini, setiap peserta yang menjadi duta kabupaten/kota di seluruh Aceh akan dinilai oleh dewan juri. Tidak hanya menyangkut penampilan peserta, penguasaan terhadap budaya masing-masing daerah kabupaten/kota juga akan menjadi bahasan utama yang akan dinilai juga.

 Lomba Suson Ranup

 Masing-masing Kabupaten/Kota, akan merangkai sirih (Ranup) dengan kreasi ciri khas masing-masing daerah. Selanjutnya akan dinilai oleh dewan juri untuk ditetapkan sebagai peme­nangnya.

Anugerah Budaya

 Anugerah budaya merupakan tan­da terimakasih pemerintah terhadap para pelaku dan pegiat kebudayaan di Aceh yang telah memberi kontribusi dalam melestarikan budaya Aceh. Gelar Meukuta Alam dan Tajul Alam adalah gelar yang diberikan kepada tokoh-tokoh yang mendapat anuge­rah budaya ini. Meukuta Alam untuk tokoh laki-laki, Tajul Alam untuk tokoh perempuan.

 Pada PKA VI anugerah budaya akan diberikan kepada 23 nominasi mewakili kabupaten/kota seluruh Aceh. Gelar Meukuta Alam dan Tajul Alam terhadap tokoh-tokoh yang ter­pilih akan disematkan oleh Gubernur sebagai Kepala Pemerintahan Aceh.

 Penutupan

 Acara penutupan akan dilak­sanakan di panggung utama Taman Sulthanah Safiatuddin, lokasi utama Pekan Kebudayaan Aceh berlang­sung. Dalam penutupan ini akan di isi dengan serangkaian acara seperti serimonial, pembacaan keputusan penerima anugerah budaya, pem­bacaan keputusan pemenang setiap perlombaan, penyerahan piala ber­gilir PKA VI, dan sejumlah penampi­lan kesenian.

 Dalam penutupan ini, ke­kayaan seni budaya Aceh yang telah ditampilkan secara sambung menyambung selama PKA VI berlang­sung akan terangkum dalam penu­tupan yang dikemas dengan tema: “Malam Maha Karya Semesta Raya”. Reza/dsb