Pulau Kasih Sayang dan Memory Kerinduan | Aceh Tourism

Pulau Kasih Sayang dan Memory Kerinduan

“Berbuat yang terbaik sekecil apapun, Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal-hal yang kecil, Mulai dari sekarang,” itulah motto Pemerintah Kabupaten Simeulue.

Amazing!Inilah kata yang terbetik spontan saat KMP Teluk Sinabang yang membawa Aceh Tourism bersama ratusan penumpang lain mulai memasuki teluk Kabupaten Simeulue. Pertengahan Oktober 2013 Aceh Tourism membuktikan penabalan Pulau Simeulue tak ubahnya sepotong surga yang ada di dunia.

Terletak di Samudera Hindia, sebelah barat daya Provinsi Aceh, Kabupaten Simeulue merupakan wilayah kepulauan. Dengan gugusan puluhan pulaunya daerah ini menjanjikan pesona alam yang sangat eksotis bagi wisatawan. Tidak hanya mempunyai pesona wisata baharinya yang lengkap, hutan tropis yang lebat dan masyarakatnya yang ramah dengan akar budaya yang kuat merupakan faktor lain, yang menjadikan Kabupaten Simeulue sebagai salah satu destinasi wisata yang ada di Provinsi Aceh.

Gugusan kepulauan ini berjarak sekitar 85 mil lepas pantai Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan. Labuhan Haji adalah kecamatan tempat pelabuhan berlokasi yang menghubungkan daratan Aceh dengan Simeulue. Selain dari sini, jalur transportasi melalui laut ini juga bisa ditempuh dari Kabupaten Singkil.

Untuk mencapai daerah eksotis ini, Anda bias melalui jalur laut dan udara. Udara bisa melalui Bandara Kuala Namu, Deli Serdang, Sumatera Utara-Bandara Lasikin, Sinabang, Simeulue. Atau melalui Bandara Cut Nyak Dien, Meulaboh, Aceh Barat-Bandara Lasikin, Sinabang, Simeulue. Dengan menggunakan pesawat jenis kecil, Susi Air.

Perjalanan 3 Hari 2 Malam

Kabupaten Simeulue, sebuah pulau yang menyimpan sejuta keindahan. Baik keindahan alam, pantai, gugusan pulau-pulaunya yang membentang, keindahan kekayaan biota bawah laut, kelezatan kulinernya, dan keramah tamahan masyarakatnya.

Hal ini terungkap ketika tim majalah Aceh Tourism berkunjung ke pulau ini, atas undangan Bupati Kabupaten Simeulue, Drs H Riswan NS dalam rangka peliputan rangkaian kegiatan HUT Kabupaten Simeulu yang ke-14 beberapa waktu yang lalu.

Untuk memenuhi undangan sekaligus meliput berbagai potensi dan keindahan alam Pulau Simeulue, tim berangkat dari Kota Banda Aceh melalui jalur darat, dengan melewati beberapa kabupaten di pesisir Barat-Selatan Aceh dengan menggunakan L300.

Pagi harinya Tim Aceh Tourism tiba di Pelabuhan Penyeberangan Labuhan Haji, Aceh Selatan. Melalui pelabuhan ini, tepat pada pukul 21.30 WIB, Jumat malam, kami mulai mengarungi lautan lepas Samudera Hindia, dengan jarak tempuh mencapai 85 mil, atau membutuhkan waktu lebih kurang 8 jam perjalanan dengan transportasi KMP Teluk Sinabang.

Setelah kami menikmati suasana malam dan istirahat beberapa jam dalam KMP Teluk Sinabang. Kami pun bisa menikmati panorama alam yang indah menjelang fajar. Tampak oleh kami sunrise yang mulai bersinar dari hamparan lautan Samudera Hindia di pagi itu.

Dari dalam kapal yang kami tumpangi, sembari menikmati secangkir kopi hangat pagi hari, dari kejauhan mulai tampak daratan yang dihisasi keindahan gugusan pulau-pulau besar dan kecil disekitarnya, diantaranya Pulau Siumat, Pulau Panjang, Pulau Batu Berlayar, dan gususan pulau-pulau kecil lainnya, tak lama kemudian kamipun berlabuh di Pelabuhan Kuta Batu, Kecamatan Simeulue Timur.

Sesaat setelah klakson kapal berbunyi, sebagai tanda kapal sudah berlabur, pintu keluar KMP Teluk Sinabang oleh beberapa ABK kapal. Di bibir pelabuhan, tim Aceh Tourism dan seorang seniman kondang Aceh, Rafly, serta rombongan tim kesenian dari Aceh Barat dan Gayo Lues yang hadir untuk menghibur masyarakat Simeulue dalam rangka HUT ke-14.

Tim Aceh Tourism dan beberapa rombongan kesenian dari Gayo Lues dan Aceh Barat, disambut oleh Wakil Bupati Simeulue, Hasrul Edyar S.Sos M.AP dan jajarannya.

Tim Aceh Tourism, Rafli, dan rombongan kesenian diajak Wakil Bupati konfvoi keliling Kota Sinabangsekitar setengah jam dan berhenti di Pendopo Bupati Simeulue. Tim Aceh Tourism, Rafli, dan rombongan kesenian dari Aceh Barat dan Gayo Lues disambut Bupati Simeulue, Drs H Riswan NS.

“Setiap tamu yang datang di pulau ini, kita akan memuliakanya dengan sambutan yang hangat , penuh keakraban dan persaudaraan. Anggaplah Pulau Simeulue sebagai kampung sendiri, lupakan kampung halaman untuk sementara waktu selama berada di sini,” kata Riswan dalam sambutannya.

Baca Juga Pantai Busung