Sophie Rickmers Tetap di Bawah Laut | Aceh Tourism

Sophie Rickmers Tetap di Bawah Laut

“Namanya Sophie Rickmers, 94 tahun, dan cantik luar biasa. Sayang, dalam waktu singkat, akan hilang”.


 Sophie Rickmers

Sophie Rickmers | Pipat Kosumlaksamee

Demikian pembukaan petisi di change.org yang dibuat Nunu Husein beralamat Banda Aceh. Petisi ini ditujukan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti sekaligus Kementrian Kelautan dan Perikanan RI. Sejak dipublis pada16 November 2014, petisinya sudah ditandatangani oleh 14.717 pendukung per 1 Desember.

Ketika Perang Dunia II pecah pada 1940, Sabang masih dikuasai kolonial Belanda. Kapal-kapal asing yang berlayar di perairan Pulau Weh disita. Namun, pada 10 Mei 1940, sebanyak 42 kru Sophie Rickmer menenggelamkan kapal tersebut untuk mengelak rampasan tentara Belanda. Kapal bermesin uap buatan Jerman 1920 ini pun karam di Teluk Pria Laot.

“Sekarang, ia menjadi sumber kehidupan, terumbu karang, dan lokasi bergengsi wisata selam,” tulis Nunu. Akan tetapi, Pemerintah Kota (Pemko) Sabang berencana membangun bunker minyak bawah laut di teluk itu. “Sebuah bunker minyak raksasa untuk layani kapal-kapal besar yang melintas tak jauh dari perairan itu,” sambungnya.

Pada 31 Oktober 2014, Walikota Sabang, Zulkifli H Adam, menyurati Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, perihal Permohonan Izin Survey dan Rekomendasi Barang Muatan Kapal Tenggelam.

Sophie Rickmers Pipat Kosumlaksamee

Sophie Rickmers | Pipat Kosumlaksamee

“Ini berarti Kapal Kargo Sophie Rickmens yang sudah tidur selama 74 tahun akan diambil isinya,” ungkap Nuu.

Dia sebutkan, bangkai kapal dan isinya di dasar perairan adalah sumber ilmu pengetahuan yang menguak sejarah pertempuran besar di masa karamnya kapal. Ia menjadi habitat beragam jenis ikan, invertebrata, dan alga, membuat Sophie bagaikan surga bagi para penyelam di Asia Tenggara. Penyelam akan melihat ruang kemudi kapal di kedalaman 55 meter.

Nadine Chandrawinata salah satu pendukung Petisi#SaveSophie di dunia maya. Puteri Indonesia 2005 ini menyatakan, ada baiknya bangkai kapal itu tidak diangkat. Sebab menurutnya, sebagaimana disiarkan Harian Serambi Indonesia akhir November lalu, keberadaan Sophie bisa menjadi daya tarik bagi penikmat diving dengan kedalaman 70 meter khususnya bagi para rescue diver.

Beberapa video penyelaman yang diunggah ke Youtube menunjukkan, aktivitas ekosistem bawah laut terlihat jelas di rongsokan Spohie Rickmer. Diver meliuk-liuk di antara rangka baja yang ditumbuhi terumbu karang dan ikan-ikan yang berseliweran.

Sophie Rickmers

Sophie Rickmers | Pipat Kosumlaksamee

Sebelum Petisi#SaveSophie ditandatangani 15.000 pendukung yang menjadi syarat diterimanya petisi, Walikota Sabang, Zulkifli H Adam, langsung merespons. Pemko Sabang kata dia memang berencana mengangkat Sophie Rickmer untuk menyelematkan ‘harta’ yang terkandung dalam satu peti diduga berisi 1.500 ton timah hitam.

“Tapi tidak mungkin itu berisi timah hitam apalagi petinya digembok. Makanya kita coba selamatkan dengan mengangkatnya,” kata Zulkifli kepada Aceh Tourism, 1 Desember 2014.

“Berdasarkan pengamatan para penyelam, ada kemungkinan peti itu berisi emas. Bila tidak dijaga, akan dicuri orang yang tidak bertanggungjawab,” Walikota Sabang membeberkan alasan menyurati Menteri Susi.

Namun begitu, Zulkifli menegaskan, pihaknya akan mengikuti kemauan masyarakat Aceh bahkan Indonesia. Jika masyarakat berkomitmen mau menjaga Sophie, ia akan mencabut surat yang telah dilayangkan ke Menteri Susi.  “Kita ikuti bagaimana kemauan masyarakat,” janji Walkot Sabang. (Makmur Dimila)



Makmur Dimila

Hobi jalan-jalan, suka nulis, dan ngopi arabika. Simak ceritanya di safariku.com