Strike! Yachter Dunia Kembali Meriahkan Sabang Marine Festival | Aceh Tourism

Strike! Yachter Dunia Kembali Meriahkan Sabang Marine Festival

Sabang Marine Festival

Yacht peserta Sabang Marine Festival 2017 berlabuh di Marina Lhok Weng, Sabang. Photo: Rinaldi Ad

Masyarakat Sabang kembali disajikan pemandangan unik di Teluk Sabang. Kapal-kapal berlayar tinggi (yacht) dari lima benua bersandar di sana, sejak Selasa, 18 April 2017.

Malamnya, sebanyak 54 orang kru yacht langsung dijamu gala dinner di aula Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS). “Selamat datang di Sabang,” ujar Syarifuddin Chan, Deputi Komersial dan Investasi BPKS.

Terletak di ujung barat Indonesia, BPKS melihat Sabang sebagai titik strategis bagi jalur pelayaran komunitas yacht dunia. Lebih-lebih, potensi bahari Pulau Weh juga sudah ditetapkan sebagai destinasi wisata nasional.

Lantas BPKS menggelar Sabang Marine Festival sejak 2015. Bagai memancing di samudra lepas, mereka ingin giring komunitas yacht dunia ke Pulau Weh; tak hanya berhenti sampai di Langkawi atau Phuket.

“Kami akan mempromosikan Sabang ke komunitas yacht dunia setelah kami kembali ke negara asal kami,” janji Glen Horne, nakhoda yacht Aku Ankka, Glen Horne, kepada Aceh Tourism, saat mengikuti Sabang Marine Festival 2016.

Baca juga: Memukau Yachter di Lhok Weng

Terbukti pada helatan tahun ini, yachter itu benar-benar terpancing. Strike! Setidaknya jumlah peserta bertambah dari tahun sebelumnya; 19 menjadi 22 unit yacht.

“Beberapa peserta tahun lalu juga mengikuti event tahun ini, seperti Aku Ankka,” sebut Fauzi Umar, Ketua Panitia Sabang Marine Festival 2017.

Saat gala dinner, satu per satu diperkenalkan yacht yang mengikuti Sabang Marine Festival 2017. Mariposa, Restless, Morning Star, Emmalina, Drifter, Tompa, Roke, Aku Ankka, Saltire, Katydid, Kiwi Dream, Verve, Umadum, Pateke, Carrie, Tramontana, Aeventyr, Reflection, Nanok, Timshall, Liberte, dan Moyo.

“Ada dari Amerika, Eropa, Australia, Afrika, dan Asia,” tambahnya, di sela-sela gala dinner yang dihibur grup band “10 AM” dari Banda Aceh dengan tembang-tembang western dan lokal.

Fauzi menekankan, Sabang Marine Festival memang ditujukan untuk memancing perhatian komunitas yacht dunia. Terutama pelayar dari Langkawi, Malaysia, dan Phuket, Thailand. “Ini harapan kita,” imbuhnya.[]



Makmur Dimila

Hobi jalan-jalan, suka nulis, dan ngopi arabika. Simak ceritanya di safariku.com