Tsunami Mengubah Aceh ke Arah Lebih Baik | Aceh Tourism

Tsunami Mengubah Aceh ke Arah Lebih Baik

Tsunami Mengubah Aceh ke Arah Lebih Baik

ZAINI ABDULLAH Gubernur Aceh

ZAINI ABDULLAH
Gubernur Aceh

Genap sepuluh tahun musibah Tsunami Aceh ber­lalu. Tragedi ini telah mengubah wajah Aceh jauh lebih baik dibandingkan masa-masa sulit yang per­nah kita lalui. Sejak tragedi itu terjadi di tanah ini, semua bangsa di dunia memberikan perhatian khusus terhadap Aceh melalui berbagai program rehabilitasi dan rekon­struksi yang begitu cepat, sehingga kondisi Aceh saat ini sudah benar-benar pulih dan normal kembali.

Untuk mengenang kembali peristiwa tsunami, Pemer­intah Aceh melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan peringatan 10 tahun tsunami, sebagai wujud syukur kepada Allah atas rahmat dan karunia-Nya dan ucapan terima kasih masyarakat Aceh terhadap seluruh negara dan bangsa-bangsa yang telah membantu proses pemuli­han Aceh pascatsunami. Untuk mengetahui perkembangan Aceh setelah 10 tahun tsunami, berikut kami sajikan pe­tikan wawancara Majalah Aceh Tourism dengan Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah.


 

Bagaimana Pak Gubernur melihat peristiwa tsunami yang menimpa Aceh tahun 2004?

Gempa dan tsunami pada akhir 2004 itu merupakan musibah besar yang melanda Aceh. Ketika Allah berke­hendak tidak ada yang kuasa mengubahnya. La haula wala quwwata illa billah. Segala daya dan upaya hanya milik Allah. Namun di balik semua itu tentu ada hikmahnya, sep­erti perdamaian (RI dan GAM tahun 2005_red) misalnya, ini merupakan rahmat yang sangat besar bagi Aceh setelah musibah tsunami.

Selaku Gubernur Aceh, bagaimana Bapak melihat perkembangan Aceh setelah tsunami 2004?

Kita patut bergembira dengan perkembangan Aceh setelah tsunami. Aceh kini telah bangkit dan mandiri. Semua potensi Aceh bisa kita maksimalkan untuk pemban­gunan Aceh di berbagai sektor.

Berbondong-bondong orang dari berbagai belahan dunia datang ketika Aceh dilanda tsunami. Mereka kemudian kembali ke negara masing-masing setelah berakhir masa tugas. Nah, untuk saat ini, bagaimana cara Pemerintah Aceh agar mereka mau datang kembali ke Aceh?

Pemerintah Aceh tetap membangun komunikasi yang konstruktif dengan negara-negara donor tersebut. Kita tidak boleh melupakan mereka yang telah membantu kita, hingga kita bisa pulih dari mahaduka tsunami. Terhadap negara-negara tersebut, Pemerintah Aceh membuka pintu kerja sama yang lebar, mereka bisa investasi dalam ber­bagai sektor di Aceh. Ini merupakan bagian dari upaya kita membina hubungan baik yang telah terjalin lama.

Yang menarik, peringatan 10 tahun tsunami mengun­dang negara donor dan relawan dunia. Apa tujuannya?

Seperti yang saya katakan tadi, bahwa kita tak boleh melupakan mereka yang telah ambil bagian dalam rekon­struksi dan rehabilitasi Aceh pascatsunami. Kita undang mereka lagi ke sini pada momentum peringatan 10 tahun tsunami agar hubungan itu semakin erat. Di sini mereka bisa melihat bahwa kita masih merawat bangunan-bangu­nan yang mereka bantu dulu. Ini juga bentuk dari ucapan terima kasih kita kepada mereka.

Apa yang diharapkan Pemerintah Aceh dari event mo­mentum satu dekade tsunami?

Pada dasarnya kita ingin mengenang bahwa musibah mahadahsyat itu pernah terjadi, kemudian dengan itu kita bisa waspada dan mawas diri terhadap bencana. Selain itu, ini juga momentum bagi kita semua untuk mengenang mereka yang telah menjadi korban keganasan tsunami. Usaha batiniah kita untuk mengobati serpihan duka dan mendoakan arwah para korban, karena doa merupakan jalan penghubung antara kita yang masih hidup dengan mereka yang telah mendahului kita.

Apa yang akan Pemerintah Aceh lakukan untuk men­gelola benda-benda peninggalan tsunami 2004 menjadi objek wisata yang lebih menarik?

Setelah musibah tsunami, Aceh dikenal di berbagai be­lahan dunia, dan Aceh mulai dikunjungi sebagai salah satu tujuan wisata renungan bagi wisatawan yang datang. Dan kemudian pariwisata merupakan salah satu sektor yang juga ikut berkembang pascatsunami. Kita bisa lihat data statistiknya bahwa kunjungan wisatawan ke Aceh dari dalam dan luar neg­eri terus bertambah setiap tahunnya.

Segala upaya ke arah yang lebih baik akan terus kita lakukan. Bila perlu kita akan revitalisasi segala hal untuk mendukung majunya pariwisata di Aceh. Langkah konkret dan implementasinya kita serahkan ke dinas dan lembaga terkait. Masyarakat juga tentunya harus mendukung upaya-upaya ke arah perbaikan. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Bila pariwisata maju, tentu dampaknya juga akan dirasakan oleh masyarakat banyak. (*)

Wawancara dengan Gubernur Aceh