Yuk Melancong ke Abdya | Aceh Tourism

Yuk Melancong ke Abdya

Kota-Abdya-dari-Udara

Yuk Melancong ke Abdya

Ada Pantai Jilbab, ada juga Pantai Bali di Aceh Barat Daya. Kabupaten yang baru berusia 12 tahun ini ternyata kaya objek wisata alam dan bahari yang masih alami.

 

SEBAGIAN pemandangan Jawa Barat terdapat di Aceh Barat Daya (Abdya). Kabupaten pemekeran Aceh Selatan ini menawarkan wisata alam indah nan sejuk. Pegunungan daerah ini berada pada jalur Gugusan Pegunungan Bukit Barisan Pulau Sumatera.

 

Jika Anda terkungkung di perkotaan akibat polusi udara dan cuaca panas, sebaiknya bertamasya ke Abdya. Dari Banda Aceh, ibu kota Provinsi Aceh, butuh 7 jam perjalanan darat untuk sampai ke daerah yang dikenal dengan sebutan“Breueh Sigupai” ini.

 

Dari Blangpidie, ibu kota Kabupaten Abdya, lima Objek Daerah Tujuan Wisata (ODTW) dapat dinikmati dalam sehari, seperti dirasakan tim Aceh Tourism pada minggu ketiga Mei 2014.

 

Jika tur dimulai pagi hari, destinasi pertama adalah Kolam Pemandian Teungku Malem. Lokasi ini terletak di Jalan Teungku Malem Pucok Krueng, Desa Alue Seulaseh, Kecamatan Jeumpa. Sekitar 500 meter dari Simpang Mapolsek Jeumpa.

 

Jika hari biasa, tiket masuk dan biaya pakir gratis, namun jika hari libur nasional tiket masuk dan biaya parkir dikutip sekitar Rp2.000/orang.

 

Kolam pemandian ini terletak di aliran sungai Alue Seulaseh. Gazebo dan kedai berjejer di bantaran sungai. Pepohonan pala menjadi payung bagi pengunjung yang bersantai di dalamnya.

 

Di bawahnya, aliran sungai berliku membentuk beberapa kolam kecil. Anak-anak ditemani keluarga, bermain air bersama kawan-kawan, memecahkan gelembung-gelembung kristal berwarna biru kehijauan.

Kolam-Pemandia-Putro-Aloh

Kolam Pemandia Putro Aloh

Sekitar 100 meter dari tempat bersantai, kata Sabaruddin warga Alue Seulaseh, terdapat Kolam Pemandian Putroe Aloh. Kami menemukan lokasi itu setelah mengikuti pipa air sepanjang bantaran sungai. Jalur setapak yang bersih memudahkan kami memasuki hutan.

 

Kolam Putroe Aloh lebih indah dari Kolam Teungku Malem. Air yang biru kehijauan mengundang siapa saja untuk mandi.

 

Konon, cerita warga setempat, aliran Sungai Alue Seulaseh merupakan tempat pemandian Teungku Malem Diwa dan tujuh putroe (putri). Salah satunya Putroe Aloh. Jika menelusuri lebih jauh ke atas, kita juga akan menemukan air terjun tempat pemandian salah satu putri lain, Putroe Bungsu.

 

Keluar dari Alue Seulaseh, destinasi selanjutnya adalah Pantai Jilbab. Sekitar 15 menit dari Kecamatan Jeumpa, melewati Kota Blangpidie, pengunjung dapat menikmati keindahan Pantai Jilbab di Desa Palak Karambil, Kecamatan Susoh.

 

Kedai dan gazebo menyebar di sepanjang pantai berpasir krem. Pepohonan cemara meneduhkan pengunjung. Anda bisa bermain pasir pantai dan mandi.

 

Di sisi Pantai Jilbab, terdapat Pantai Bali yang akan menggoda Anda. Terletak di Desa Ladang, berbatasan dengan Desa Palak Karambil. Destinasi ketiga ini menawarkan keindahan alam layaknya Pantai Kute di Bali. Pasir krem dan ombak sedang, cocok untuk berjemur.

 

Tak hanya itu, Pulau Gosong melengkapi keindahan Pantai Bali. Pulau kecil ini bisa dinikmati sembari menyantapi kuliner di gazebo. Anda juga bisa berlabuh ke pulau itu dengan menumpangi boat nelayan dari dermaga tak jauh dari pantai. Wahana snorkeling menanti.

 

Puas dengan wisata alam dan pantai, destinasi selanjutnya adalah Krueng Ie Dikila. Wisata taman ini sangat tepat bagi Anda yang bertamasya bareng famili. Keluar dari dua pantai di Susoh, kembali ke Blangpidie, sebut saja pada sopir mobil yang Anda tumpangi atau penyedia jasa tur Anda, “Wisata Ie Dikila.”. Mereka akan membawa Anda ke Kuta Tinggi. Kemukiman ini terletak di dataran tinggi. Di pengujung Desa Panton Raya, terdapat bendungan besar yang membelah aliran sungai Krueng Ie Dikila. Satunya mengalir ka kanan bendungan dan menjadi sumber air masyarakat Abdya. Satunya lagi ruah ke Krueng Susoh, melintasi celah-celah bebatuan.

 

Pengunjung dapat menikmati keasrian alam dengan duduk di kedai dan gazebo dekat jembatan baja di atas bendungan. Pegunungan dan persawahan memulihkan mata Anda dari kebiasaan menatap alat-alat teknologi.

 

Desa Lama Muda, Kecamatan Kuala Batee, menjadi pilihan tepat untuk mengakhiri tur. Ada beberapa plihan ODTW di sini. Paling menarik adalah bekas Kerajaan Kuala Batee yang kini telah ditutupi berhektar-hektar kebun sawit.

 

Menurut pemandu wisata yang menemani tim Aceh Tourism, Syaiful, Kuala Batee adalah nama kerajaan kecil di pantai barat Aceh. Pasukan kerajaan ini pada abad ke-19, berhasil mengusir pedagang Portugis saat memasuki peraiaran Aceh.

 

Peninggalan-peninggalan Kerajaan Kuala Batee, seperti batu nisan, dapat ditelusuri dengan menyisir rawa dan kebun sawit di kecamatan itu, terutama Desa Lama Muda dan Lama Tuha. Namun, jika Anda ingin memburu sunset, sebaiknya segera ke Pantai Lama Muda.

 

Sebelum matahari benar-benar turun di timur Samudera Hindia, Anda juga bisa menikmati Danau Lama Muda. Danau ini terletak di belakang pedesaan. Pengunjung bisa mengarungi danau ini dengan menyewa sampan warga.

 

Setelah keliling danau, Anda dapat menutupnya dengan menikmati matahari tenggelam di langit Kuala Batee dari Pantai Lama Muda. (Tim)

Yuk Melancong ke Abdya